MID :   Password :  
You are here : Home / News / Artikel


Artikel

   
Artikel
Sabtu, 23 Juli 2011

Tips Berkomunikasi untuk pasanganSuami Istri

Tips Berkomunikasi untuk Pasangan Suami Istri

 

Ditengah kesibukan kerja seringkali pasangan suami istri tidak lagi punya waktu yang baik untuk saling berkomunikasi, hal ini disebabkan karena masing-masing kerja. Pulang kerja sudah capek, sedangkan alasan kerja untuk mencari nafkah menyambung hidup atau agar hidup lebih sejahtera. Sering ditemui dalam kehidupan setiap hari ada suami dan istri bertengkar gara-gara masalah kecil alias sepele. Tetapi kalau ditelusuri lebih dalam yang menjadi permasalahan ialah, karena tidak adanya komunikasi yang transparan antara suami dan istri khususnya bila menyinggung keuangan keluarga. Berikut ini delapan tips bagaimana berkomunikasi tentang keuangan bagi pasangan suami istri.

1.      Tentukan waktu dan tempat yang tepat

Mencari waktu dan tempat yang tepat untuk membicarakan perihal keuangan Anda dan keluarga. Bicarakan dalam situasi yang relaks dan santai sehingga masing-masing dalam kondisi kepala yang dingin. Ada keluarga membicarakan tentang rencana keuangan keluarga saat berlibur, karena diwaktu liburtan pikiran tenang, rileks dan tidak ada gangguan kerja. Ada juga saat cuti. Sedapat-dapatnya jangan membicarakan saat sibuk dalam pekerjaan.

 

2.      Mulailah dengan kebiasaan masing-masing

Mulailah dengan menceritakan kebiasaan Anda dalam berprilaku berkaitan dengan uang, karena setiap individu memiliki prilaku yang berbeda karena dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang berbeda. Dan teruskan dengan perilaku dan kebiasaan pasangan Anda. Ada pasangan yang datang dari latar belakang berbeda si suami dari keluarga berada dan si istri dari keluarga yang kurang mampu. Karena itu perlu masing-masing mengutarakan latar belakang kemudian mencari titik temu.

3.      Menghargai pandagan pasangan Anda

Jangan pernah beranggapan bahwa apa yang Anda lakukan adalah yang paling baik dan paling benar. Dengarkan apa yang dikatakan pasangan Anda dan pertimbangkan secara masak. Mungkin saja pandangan Anda berdua bertolak belakang, Hormati pandangan masing-masing walaupun Anda sebenarnya tidak setuju dengan perilaku atau kebiasaan tersebut.

 

4.      Tentukan tujuan

Mulailah dengan menentukan tujuan keuangan yang menjadi prioritas bagi Anda berdua. Dan perhitungkan kebutuhan dana untuk mencapai tujuan tersebut. Mulailah menabung secara regular untuk mencapai tujuan keuangan yang diinginkan Anda dan pasangan Anda.

 

5.      Pembagian kerja

Pembagian kerja sangatlah dibutuhkan dalam hal mengatur keuangan. Contoh singkatnya, siapa yang membayar semua kebutuhan sehari-hari rumah tangga. Misalnya Anda sebagai istri yang harus membayarnya maka suami dalam hal ini harus mentransfer dana yang cukup setiap bulannya untuk memenuhi semua kebutuhan keuangan keluarga.

Bila Anda memutuskan untuk mendelegasikan satu orang untuk membayar semua tagihan bulanan keluarga maka hal penting yang harus diperhatikan adalah kejujuran. Dimana Anda berdua haruslah terbuka satu dengan yang lain berkenaan dengan permasalahan uang.

Jangan sampai bila Anda menggunakan rekening bersama dan salah satu dari Anda mengambil dana dalam jumlah besar dan tidak mengatakan kepada pasangan Anda. Begitu pasangan Anda membutuhkan untuk hal yang sangat penting ternyata dan yang tersedia tidak mencukupi.

 

 

6.      Harus ada kata sepakat

Kesepakatan dalam hal pengeluaran menjadi sangat vital. Anda berdua harus mencapai kata sepakat dalam merencanakan pengeluaran. Hal ini biasanya berkaitan dengan pengeluaran yang tidak tetap, misalkan keputusan untuk mengganti mobil dengan yang baru setelah beberapa tahun? Atau apa yang Anda berdua pikirkan berkenaan dengan liburan? Sebagai kesimpulan, Anda harus membicarakan dan bersepakat dalam kebutuhan yang harus dipenuhi, apa yang menjadi keinginan bersama dan apa yang dapat Anda penuhi.

 

7.      Jangan menyalahkan

Jangan pernah menyalahkan pasangan Anda, misalkan pasangan Anda terlilit utang, dari pada Anda marah lebih baik Anda fokus untuk menyelesaikan hal tersebut bersama dengan pasangan Anda. Dengan mengambil tindakan secara bersama akan mengingatkan Anda bahwa Anda dalam keluarga ini adalah satu.

 

8.      Bertanya kepada pihak ketiga yang berpengalaman

Cari bantuan atau konsultasikan ke perencana keuangan. Dengan perbedaan pandangan serta kebiasaan keuangan akan bisa teratasi dengan baik bila Anda berkonsultasi dengan orang ketiga yang tentunya memiliki ilmu serta profesionalitas dalam bidang keuangan keluarga.

Bila diawal Anda tidak berhasil, cobalah terus. Mencari kesepakatan dalam hal keuangan memang tidaklah mudah, jangan putus asa teruslah berdiskusi. Ikuti moto ini : "Berhentilah bertengkar dan terus berdiskusi". Semoga ulasan ini bermanfaat. Mintalah selalu hikmat dari surga didalam membicarakan tentang keuangan dalam keluarga. Dan jangan lupa sekali lagi komunikasi memegang peranan penting untuk keharmonisan satu keluarga, dan sudah tentu kelurga yang selalu menyerahkan rencana mereka kepada Tuhan.