Activity

Promo

Event Calendar

Info Management

Article

Hall Of Fame

Latest Article

Dahsyatnya PROPOLIS

Tuesday, 11 July 2023

Dahsyatnya PROPOLIS

Propolis merupakan salah satu produk yang dihasilkan lebah madu propolis telah sejak dahulu kala digunakan karena memiliki banyak keistimewaan. Bangsa Yunani dikenal sebagai bangsa yang mengembangkan peternakan lebah madu pertama kali, adanya peternakan madu dengan 20.000 sarang lebah di daerah Attica sekitar 400 Sebelum Masehi. Pliny, seorang peneliti dan sejarah alam, serta Dioscorides seorang dokter Romawi, merupakan tokoh yang mencatat propolis dalam lembaran sejarah. Pliny pun yang pertama kali mengungkapkan bahwa propolis adalah resin yang dipanen oleh lebah pekerja dari pucuk tanaman willow elm atau reed. Sementara itu, Dioscorides meyakini bahwa propolis berasal dari pohon styrax

Menurut Pliny, propolis dapat mengurangi pembengkakan, melunakkan jaringan yang keras, mengurangi nyeri, dan menyembuhkan luka. Dioscorides juga menulis laporannya bahwa orang telah menggunakan berbagai produk madu termasuk propolis, untuk mengobati berbagai penyakit sejak abad pertama. Bangsa Inca telah mengenal propolis sebagai sarana pengobatan dengan cara pengolesan untuk mengobati pembengkakan dan peradangan. Ibnu Sina, seorang dokter berkebangsaan Arab, dalam bukunya the cannon of medicine, menuliskan bahwa ada sejenis lilin hitam yang dapat meluruhkan sumbatan, mengatasi bahaya, dan berefek membersihkan. Lilin hitam tersebut diperkirakan merupakan propolis

Peran propolis di dunia kesehatan sangatlah besar, Hipocrates (bapak kedokteran dunia), menganjurkan untuk mengonsumsi propolis sebagai obat penambah stamina dan kualitas kesehatan, seperti maag, luka, borok dan bisul. Pada zaman Aristoteles (384 - 322 SM), obat untuk luka yang tidak kunjung sembuh adalah propolis. Selain itu propolis juga untuk mengatasi bengkak, serta gangguan pencernaan dan hati, yang juga ditulisnya tentang penggunaan propolis dalam bukunya berjudul Historia animalium

Khasiat propolis sebagai antibiotik juga telah lama diketahui, Dokter-dokter Rusia memakai propolis dalam bentuk salep untuk mengobati korban luka pada perang dunia kedua. Efek antimikroba propolis telah diteliti pada tahun 1947, hasilnya sangat menakjubkan sehingga propolis dikenal sebagai antibiotik Rusia. Demikian halnya yang terjadi pada Perang Boer di Afrika Selatan (1888 - 1902) propolis digunakan sebagai antibiotik. Sebuah cara yang terbukti ampuh dan efektif melawan bakteri yang resisten terhadap beberapa antibiotik seperti penicillin, ampicillin, methicillin, streptomycin.

 

Berdasarkan
penelitian, ditemukan adanya unsur antibiotik dan pengawet dari propolis. Hal inilah yang menjelaskan tentang alasan bangkai tikus yang terbungkus dalam sarang lebah bisa awet dan tidak berbau

Lalu mengapa propolis sangat baik dikonsumsi ? apa saja kandungan zat yang terkandung di dalamnya ?

Sejak tahun 1900-an, propolis telah banyak digunakan para ahli untuk mengobati berbagai penyakit. Di dunia Barat, propolis sangat dianjurkan untuk pengobatan alami

Dr. Adji Suranto, SpA. dalam bukunya yang berjudul Dahsyatnya Propolis Untuk Menggempur Penyakit, banyak membahas tentang asal muasal propolis, jenis-jenis dari lebah madu, jenis propolis, komposisi propolis, kandungan dan manfaat propolis di bidang kedokteran dan kesehatan, terapi pencegahan penyakit dengan propolis
 

 

fakta Ilmiah Propolis Atasi Covid-19

Riset Menunjukan konsumsi Propolis mempersingkat masa rawat inap para pasien virus korona

Mengutip dari artikel majalah Trubus edisi 616 Maret 2021, Fakta Ilmiah Herbal Versus Korona Fakta Ilmiah Propolis atasi Covid-19, Dewi Mayasari wanita usia 36 tahun yang hasil swab nya positif terinfeksi Virus SARS COV-2 penyebab Covid-19, yang mengalami kehilangan kemampuan membaui anosmia, nilai Cycle Threshold (CT) rendah (21 mg-min/I), nilai yang menandakan virus dapat menyebabkan infeksi. Penelitian sebelumnya 34 mg-min/I menandakan virus tidak dapat menyebabkan infeksi. Dokter dari klinik Mediafarma di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dr. Royke Eduard Burhan mengatakan bahwa gejala Covid-19 cenderung tidak khas, seingga tes usap atau antigen menjadi penting untuk didiagnosis. Ia biasanya meresepkan pengobatan terstandar seperti antibiotik golongan makrolid bagi pasien bergejala anosmia seperti Dewi Mayasari. Praktisi komplementer itu turut meresepkan vitamin C dosis tinggi 1.000 2.000 mg dan vitamin D 400 mg per hari. Herbal bersifat antiinflamasi seperti propolis juga diperlukan. Riset ilmiah membuktikan propolis manjur mengatasi virus Korona seperti penelitian Muhammad Sahlan dari tim departemen teknik kimia Universitas Indonesia

Periset lain dari Rumah Sakit Sao Rafael, Bahia, Brazil, Marcelo Augusto Duarte Silveira, menempuh uji klinis menggunakan subyek para pasien Covid-19 berusia lebih dari 18 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Sao Rafael, Seluruh subyek menerima perawatan standar. Marcelo membagi subyek dalam 3 kelompok

- Kelompok pertama, 40 pasien yang mengonsumsi sebuah kapsul propolis berdosis 400 mg per hari, frekuensi konsumsi 4 x sehari
- Kelompok kedua, 42 pasien mengonsumsi propolis 800 mg per hari, frekuensi konsumsi juga 4 x sehari
- Kelompok ketiga, tanpa propolis

 


Penelitian tersebut pada tanggal 2 Juni hingga 30 Agustus 2020. Periset menggunakan ekstrak propolis hijau (Green Propolis) terstandar yang diproduksi di Brazil bagian tenggara. Riset Marcelo dan tim itu menunjukkan, konsumsi propolis dapat mempersingkat rawat inap. Kelompok pertama berada dirumah rerata selama 7 hari, dan kelompok kedua selama 6 hari, sementara kelompok ketiga dirawat di Rumah sakit rerata selama 12 hari. Artinya, proses penyembuhan pasien korona yang mengonsumsi propolis lebih cepat. Menurut Marcelo, reseptor Angiotensin-converting enzyme2 (ACE2, enzim yang menempel pada permukaan luar (membran) sel-sel di beberapa organ, seperti paru-paru) dan enzyme Transmembrane protease, serine 2 (TMPRSS2) berperan penting untuk invasi virus SARS-COV-2 ke dalam sel inang. TMPRSS2 membelah lonjakan protein virus yang memfasilitasi bergabungnya virus dengan membran sel dan masuk ke dalam sel melalui ACE2. Di dalam sel, virus korona mendorong aktivasi Activated Kinase (PAK1), yaitu kinase yang dapat memediasi respons inflamasi, fibrosis paru, dan faktor kematian kritis lainnya. Tingkat PAK1 yang tinggi juga mengurangi respons imun adaptif sehingga dapat memfasilitasi replikasi virus. Berbagai komponen propolis dapat menghambat memodulasi target virus itu

Selain itu, dosis propolis yang tinggi dapat mengurangi gangguan ginjal. Dengan demikian terbukti propolis sebagai pilihan pengobatan tambahan yang aman dan mengurangi waktu rawat inap. Komponen propolis dapat menghalangi infeksi virus terhadap sel inang pada tubuh manusia

Macam-macam Propolis
1. Propolis Asia : coklatan kehitaman
2. Propolis Australia : Kemerahan
3. Propolis Indonesia (Trigona) : Coklat
4. Propolis Brazil : Hijau ke-emasan

Senyawa aktif
Pengajar di fakultas farmasi Universitas Andalas Padang, Prof. dr. Apt. Almahdy, mengatakan,propolis dapat menyembuhkan banyak kondisi sakit karena mekanismenya memungkinkan untuk itu. Peneliti propolis sejak tahun 2015 itu menyebutkan, setidaknya ada 3 mekanisme yakni sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan antivirus

Menurut Almahdy, ketika tubuh terserang virus Covid-19, hal terpenting adalah memperkuat sistem imun. Kebutuhan Vitamin C dan E harian harus terpenuhi sebab itu adalah sumber antioksidan yang berperan meningkatkan imunitas. Guru besar bidang ilmu Farmasi itu menuturkan antioksidan banyak terkandung dalam propolis

Lebah menghasilkan propolis dari getah dan tunas tumbuhan untuk meproteksi sarang. Oleh karena itu, propolis memiliki kemampuan melawan bakteri, virus, cendawan, dan protozoa yang bisa membahayakan pupa lebah di dalam sarang. Dimanapun propolis itu berada, prinsipnya sama, yaitu untuk melindungi pupa dengan sifat antibakteri, antivirus, antifungi, dan antiprotozoa, kata Almahdy. Perbedaanya ada pada konsentrasi senyawa aktif. Doktor bidang Bioaktivitas alumnus Universitas Andalas itu menekankan setiap propolis memiliki konsentrasi minimal yang dapat melindungi lebah dari segala ancaman itu. Lantaran bersumber dari beragam tumbuhan, propolis dapat mengandung lebih dari 300 senyawa aktif didalamnya

Menurut dr.Royke Burhan, propolis mengandung senyawa aktif Flavonoid Quercetine. Itu merupakan antioksidan dengan kemampuan antara lain sebagai antivirus, antiinflamasi, dan antikanker. Quercetine termasuk tergolong antiinflamasi. Urgensi penelitian obat virus korona sangat tinggi karena virus sangat menular. Virus memasuki tubuh lewat mata, hidung dan mulut. Dr. Royke menuturkan, virus Korona menyebar melalui aerosol dan droplet. Aerosol sangat ringan dan kecil, sedangkan droplet berukuran besar. Walaupun kita sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, manusia bisa saja lengah, kata dr. Royke. Aerosol tidak ada ditempat umum tetapi di pusat kesehatan seperti Rumah Sakit. Dr. Royke menyebutkan, pasien Covid-19 yang menerima tindakan pemasangan ventilator atau pasien di ICU dengan ventilator dapat menyebabkan aerosol ke udara

Sifatnya yang ringan dan berukuran kecil dapat bertahan lama di udara. Dokter dan petugas Medis memakai alat pelindung diri (APD) lengkap sehingga sangat minim tertular. Dr. Royke menduga penularan justru lebih mudah di tempat umum seperti tempat makan, cafe, mall dan fasilitas umum lain. Jaga jarak 1,5 meter sebenarnya sudah cukup karena di ruangan umum adanya droplet, bukan aerosol. Droplet yang berasal dari bersin yang tidak pernah mencapai lebih dari 1,5 meter, apalagi droplet orang yang berbicara pasti jaraknya tak lebih dari 30 cm. Itu selalu mengarah ke bawah karena molekulnya besar sehingga terkena gravitasi

Sebenarnya tidak ada droplet yang melayang di udara, terutama di ruangan tertutup. Droplet akan jatuh di meja, sandaran kursi, pegangan pintu, dan permukaan benda lain. Saat beraktifitas tentu tangan menyentuh benda-benda tersebut. Sadar atau tidak kita sering mengucek mata, mengorek hidung yang gatal, atau menyentuh pinggiran bibir. Tangan menyentuh wajah terutama bagian mata, hidung, dan mulut. Itulah jalur penularan yang kemungkinan besar terjadi. Kita yang mengantar virus itu dari permukaan benda ke tempat masuknya kuman, yaitu mata, hidung dan mulut, kata dr. Royke. Jangan biasakan memegang wajah. Kalaupun terpaksa disinfektan tangan terlebih dahulu, sebelum menjamah wajah

Dr. Royke menuturkan, banyak hal terkait korona yang masih diperdebatkan. Penelitian lanjutan tentu harus dilakukan. Setidaknya beberapa riset itu menunjukkan propolis dapat digunakan sebagai adjuvant obat/bahan yang ditambahkan pada vaksin untuk merangsang respon imun, membantu berkhasiatnya obat lain terapi penyembuhan Covid-19
Sumber :
http://www.google.co.id/books/edition/Majalah_Trubus_Edisi_Maret_2021/O8o1EAAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=propolis+untuk+pengobatan&pg=PA20&printsec=frontcover